Golovinamari.com – Pasukan Houthi Yaman baru-baru ini melancarkan serangan besar terhadap militer Arab Saudi, yang terjadi pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Serangan ini melibatkan penggunaan rudal dan drone yang ditujukan untuk konsentrasi pasukan Saudi di Marib, sebuah wilayah yang menjadi titik fokus kekuatan militer.
Serangan ini menyusul peringatan yang dikeluarkan oleh pemerintah Houthi, mengingat adanya perjanjian pertahanan baru antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Peringatan tersebut menyatakan bahwa negara-negara yang ikut serta dalam dukungan terhadap kampanye militer Saudi akan dianggap sebagai pihak yang terlibat dalam agresi.
Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara Angkatan Bersenjata Houthi, menjelaskan bahwa sasaran serangan adalah kamp Sahn al-Jinn, di mana pasukan Saudi berkumpul. Ia mencatat, serangan ini merupakan hasil dari pemantauan intensif terhadap pergerakan militer Saudi, dengan titik-titik konsentrasi mereka menjadi target yang diincar.
Dalam aksinya, Houthi menggunakan berbagai rudal dan drone dengan tingkat presisi yang tinggi, menekankan pada target-target strategis seperti gudang, kendaraan, dan peralatan militer. Menurut Saree, serangan tersebut direncanakan dan dilaksanakan dalam skala besar, menunjukkan kemampuan serangan yang meningkat.
Konflik ini mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut di Yaman, di mana Houthi berusaha mempertahankan posisi mereka terhadap tekanan militer regional. Sementara itu, aliansi pertahanan baru yang dibentuk oleh Saudi dan sekutunya menunjukkan potensi eskalasi pertempuran di kawasan tersebut, yang dapat melibatkan lebih banyak negara, serta memperburuk situasi di Yaman.