Golovinamari.com – Penemuan 87 jenazah awak kapal fregat militer Iran yang tenggelam di perairan internasional akibat serangan udara Amerika Serikat menjadi sorotan. Angkatan Laut Sri Lanka melaporkan bahwa tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi jenazah dari lokasi kejadian, sementara sejumlah korban lainnya masih dalam pencarian.
Proses evakuasi berlangsung dengan dramatis. Komandan Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menjelaskan bahwa ketika tim penyelamat mencapai lokasi, kapal tersebut sudah tidak terlihat di permukaan. Mereka hanya menemukan bercak minyak dan rakit penolong, serta beberapa orang yang terapung di atas air.
Menurut data dari Menteri Luar Negeri Sri Lanka yang disampaikan kepada parlemen, kapal fregat tersebut diperkirakan membawa sekitar 180 awak pada saat insiden terjadi. Hingga kini, 32 orang berhasil selamat dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Meskipun pencarian terus dilanjutkan, selisih jumlah awak dan jenazah yang ditemukan menunjukkan bahwa kemungkinan besar jumlah korban tewas akan bertambah. Penenggelaman kapal ini menandakan salah satu konfrontasi paling berdarah dalam sejarah, terkait dengan ketegangan antara AS dan Iran.
Proses identifikasi jenazah saat ini sedang berlangsung. Upaya pemindahan korban ke daratan dilakukan untuk melaksanakan prosedur medis lebih lanjut. Dengan situasi yang masih berkembang, perhatian internasional kini tertuju pada langkah-langkah selanjutnya pasca insiden tragis ini.