Golovinamari.com – Hujan deras yang melanda DKI Jakarta pada Sabtu malam hingga dini hari Minggu menyebabkan genangan air di berbagai titik. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir merendam 38 RW dan 13 ruas jalan di ibu kota per 08 Maret 2026 pukul 03.00 WIB.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M.Yohan, mengungkapkan bahwa genangan paling banyak terjadi di Jakarta Barat, dengan 19 RW terendam. Banjir ini terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi serta luapan beberapa sungai. Di kawasan Jakarta Barat, genangan tertinggi mencapai 120 cm di Kelurahan Sukabumi Selatan, sedangkan di Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 150 cm di Kelurahan Pela Mampang.
Fenomena cuaca ini diperparah oleh laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai adanya empat bibit siklon tropis yang terpantau di sekitar Indonesia. Kondisi tersebut mengindikasikan potensi cuaca ekstrem yang harus diwaspadai oleh warga.
Dalam laporan lebih lanjut, di Jakarta Barat, beberapa lokasi terkena dampak signifikan, antara lain Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kedoya Selatan, dengan ketinggian air antara 20 hingga 70 cm. Di sisi lain, di Jakarta Selatan, beberapa kawasan juga terendam dikarenakan meluapnya Kali Mampang.
Pihak BPBD mengingatkan warga agar tetap waspada dan mematuhi informasi terbaru terkait situasi infrastruktur kota serta cuaca yang dapat mempengaruhi kondisi banjir di Jakarta. Penanganan dan mitigasi bencana terus dilakukan untuk mengurangi dampak bencana ini.