Golovinamari.com – PT MRT Jakarta mengambil langkah penutupan sementara akses pintu masuk di Stasiun Dukuh Atas BNI dan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta pada Jumat, 12 Juni, akibat meningkatnya kepadatan massa akibat aksi unjuk rasa di area tersebut. Penutupan ini melibatkan Entrance C dan E di Stasiun Dukuh Atas BNI serta Entrance A di Stasiun Bundaran HI.
Franky Ertanto, Pelaksana Harian Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, menyampaikan, “Sehubungan dengan adanya peningkatan kepadatan di sekitar area tersebut, kami melakukan penyesuaian akses stasiun.” Meskipun akses di beberapa titik ditutup, layanan kereta MRT Jakarta tetap beroperasi normal. Pengguna diimbau untuk menggunakan akses masuk dan keluar lainnya yang tidak terpengaruh.
Pihak kepolisian, melalui Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa tindakan sterilisasi di kawasan Bundaran HI dilakukan berdasarkan kajian teknis serta analisis dampak sosial. Menyusul statusnya sebagai objek vital ekonomi nasional, kawasan ini perlu dijaga stabilitasnya. Pihak kepolisian mengacu pada Pergub DKI Jakarta No. 232 Tahun 2015 dan UU No. 9 Tahun 1998 dalam pengaturan ketertiban umum.
Sebagai alternatif, massa pengunjuk rasa diarahkan menuju tiga lokasi resmi: Silang Selatan Monas, Parkir Timur Senayan, dan Alun-Alun Demokrasi DPR/MPR RI. Langkah ini bertujuan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu kepentingan publik di kawasan tersebut. Penutupan akses ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kerawanan dan menjaga keselamatan pengguna jasa serta masyarakat di sekitar.