Golovinamari.com – Taktik perang Houthi di Yaman dinilai memiliki kesamaan yang mencolok dengan strategi yang diterapkan oleh Iran. Pada seminar yang dilakukan, analis pertahanan Alexandru Hudisteanu menyatakan bahwa Houthi merupakan salah satu proksi Iran yang cukup mandiri, meskipun tetap mendapatkan dukungan berupa teknologi militer, termasuk rudal dan drone. Taktik ini dianggap sebagai upaya Iran untuk memperkuat pengaruhnya di kawasan dengan memanfaatkan Houthi sebagai “faktor tak terduga”.
Hudisteanu menegaskan, Houthi telah menjadi contoh bagaimana Iran menggunakan teknologi drone dalam konflik. Hal ini berdampak signifikan terhadap keamanan pelayaran global, terutama di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb. “Apa yang terjadi di Selat Hormuz memiliki kesamaan dengan penghadangan yang dilakukan oleh Houthi terhadap ekspor minyak Arab Saudi,” ungkapnya sembari menyoroti serangan terbaru Houthi yang menyasar titik-titik penting seperti Pipa Timur-Barat di Arab Saudi. Serangan tersebut menunjukkan adanya kerjasama yang erat antara Iran dan Houthi.
Situasi ini semakin mendesak, dengan sirene peringatan rudal dan drone yang berbunyi di Riyadh dan daerah lain di Arab Saudi. Serangan ini merupakan respon Houthi terhadap serangan udara yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Saudi, yang terus berlangsung bersamaan dengan blokade terhadap Yaman. Ini memperlihatkan escalasi ketegangan di kawasan, serta menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara kelompok Houthi dan Iran dalam melawan kekuatan Saudi di wilayah tersebut.