Golovinamari.com – Ayatollah Ali Khamenei, mantan Pemimpin Tertinggi Iran, telah meninggal dunia lebih dari 100 hari yang lalu akibat agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Hingga kini, prosesi pemakamannya masih ditunda. Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, menyatakan bahwa upacara pemakaman direncanakan akan dilaksanakan antara akhir Juni hingga awal Juli 2023.
Dalam keterangannya kepada Fars News Agency, Zakani menjelaskan bahwa pemakaman Khamenei akan diadakan selama tiga hari setelah sepuluh hari pertama bulan Muharram, yang merupakan waktu berkabung untuk memperingati Imam Hussein, sosok penting dalam Islam Syiah. Penundaan ini dimaksudkan agar upacara keagamaan yang bertepatan dengan awal Muharram dapat diselesaikan terlebih dahulu sebelum pemakaman resmi diadakan.
Khamenei, yang memimpin Iran selama hampir 37 tahun, menghembuskan napas terakhirnya di kediamannya di pusat Teheran pada hari pertama serangan udara oleh AS dan Israel. Pemakaman awalnya direncanakan pada 4 Maret, namun ditunda akibat meningkatnya ketegangan. Setelah itu, pihak berwenang menunjuk waktu pemakaman pada awal Muharram, yang kini juga mengalami perubahan. Berdasarkan jadwal terakhir, upacara tersebut diperkirakan berlangsung antara 26 Juni hingga 5 Juli.
Situasi ini menyoroti dinamika politik dan sosial di Iran, di mana pemimpin yang telah lama berkuasa ini mendapat perhatian besar dalam konteks proses penghormatan kepada figur publik dalam situasi yang rumit. Penundaan pemakaman Khamenei mencerminkan upaya pemerintah untuk mengatur momen tersebut dengan memperhatikan kondisi keagamaan dan suasana masyarakat.