Golovinamari.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kesepakatan damai untuk mengakhiri ketegangan antara AS dan Iran dijadwalkan akan ditandatangani pada hari ini, Minggu (14/6), waktu setempat. Dalam unggahannya di media sosial, Trump memastikan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali untuk semua pihak setelah kesepakatan tersebut disetujui.
Trump menegaskan, “Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA,” dan menekankan bahwa kesepakatan itu akan memberikan kepastian atas situasi yang melewati titik ketegangan selama ini. Selain itu, ia juga menyentuh persoalan berupa stock uranium yang diperkaya oleh Iran. “Kami akan mengambil ‘Debu Nuklir’ ketika semua sudah tenang,” ungkapnya, sembari memberikan sinyal tentang langkah tegas jika kesepakatan tidak berjalan lancar.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, muncul dengan nada skeptis terkait jadwal penandatanganan. Ia mengungkapkan bahwa mereka perlu menunggu kepastian lebih lanjut meskipun Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, sempat memberikan sinyal positif bahwa kesepakatan dengan AS sudah dekat dan menyangkut beberapa isu penting, termasuk keamanan di wilayah tersebut.
Pakistan, sebagai mediator utama, juga mendorong prospek positif kesepakatan ini. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa mereka sedang bersiap untuk proses penandatanganan elektronik, dengan harapan kesepakatan ini dapat membawa stabilitas di kawasan yang telah dilanda konflik sejak akhir Februari lalu.
Konflik antara kedua negara diawali dari serangan AS dan Israel yang berujung pada pembalasan dari Iran. Meskipun gencatan senjata dicapai pada April lalu, ketegangan masih terus berlanjut. Kesepakatan ini diharapkan dapat membawa solusi yang permanen dan mengurangi ketegangan di kawasan.