Golovinamari.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah Indonesia menempatkan kelompok rentan B3 sebagai penerima manfaat utama. Hal ini dijelaskan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, dalam acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Jawa Timur di Malang pada 9 April 2026.
Kelompok rentan ini mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak di bawah lima tahun. Sony menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga pentingnya hygiene dan sanitasi. “Kami berusaha membangun kesadaran akan kebersihan sebagai bagian dari pelaksanaan di lapangan,” tutur Sony.
Pemerintah berharap program MBG dapat memberikan efek positif bagi masyarakat, termasuk membuka peluang kerja bagi relawan di daerah kurang berkembang. Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari persiapan Generasi Emas 2045. Dalam waktu dekat, pemerintah akan melaksanakan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil, dengan pendataan penerima manfaat dilakukan secara terstruktur.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menambahkan bahwa MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dukungan ekonomi bagi petani. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), serta inisiatif pengolahan sampah menjadi energi yang direncanakan mulai 2027.
Ketua Umum DPP Gapembi, Alven Stony, mendukung penuh pelaksanaan program ini, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas generasi mendatang. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam keberhasilan program MBG, menekankan peran SPPG sebagai ujung tombak dalam implementasi di lapangan.