Golovinamari.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Mako Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Sabtu (22/8). Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi lapangan dan mempercepat langkah penanggulangan akibat karhutla yang semakin meluas di wilayah tersebut.
Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh delapan pimpinan kementerian dan lembaga, sepuluh pimpinan pemerintah daerah, serta perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Melalui pertemuan ini, Prabowo ingin memastikan langkah-langkah strategis yang harus diambil guna mengatasi masalah ini.
Presiden secara langsung meminta presentasi mengenai situasi terkini kepada para peserta rapat. Menurut Tenaga Ahli BNPB, Asbullah, luas wilayah yang terbakar di Kalimantan Barat sejak awal tahun 2026 sudah mencapai 38.310,86 hektare. Kebakaran ini berkontribusi terhadap kabut asap yang merepotkan, khususnya di daerah lahan gambut.
Data menunjukkan bahwa Kabupaten Ketapang menjadi yang paling terdampak dengan 12.443 hektare terbakar, diikuti oleh Kubu Raya (8.614 hektare), Mempawah (6.144 hektare), dan Sambas (2.318 hektare). Selain itu, sembilan kabupaten di Kalbar telah menetapkan status siaga darurat bencana asap.
Pemerintah daerah kini melakukan berbagai upaya untuk menangani kebakaran, baik melalui jalur darat maupun udara, termasuk operasi modifikasi cuaca yang dimulai sejak April 2026. Namun, keberhasilan operasi ini sangat tergantung pada kondisi atmosfer dan potensi awan.
Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat patroli dan pemantauan agar kebakaran tidak meluas lebih lanjut, dengan fokus pada perlindungan kesehatan masyarakat dan perekonomian di Kalimantan Barat.