Golovinamari.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan dukacita mendalam setelah satu prajurit Perancis gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon pada Sabtu, 18 April 2026. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun X @Kemlu_RI, Kemlu RI turut menawarkan belasungkawa kepada Pemerintah dan rakyat Perancis atas insiden yang mengakibatkan juga beberapa prajurit lainnya mengalami luka-luka.
Kemlu RI menegaskan bahwa serangan terhadap prajurit UNIFIL di tengah gencatan senjata adalah tindakan yang tidak dapat diterima. Mereka mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati hukum humaniter internasional. Dalam konteks situasi terkini, Kemlu RI mengingatkan pentingnya menghormati kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung untuk menghindari peningkatan eskalasi.
Insiden ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh pasukan perdamaian dalam menjalankan misi mereka di zona konflik. Kemlu RI menekankan bahwa negosiasi yang berlangsung harus dihormati sepenuhnya dan tidak boleh dilanggar dengan tindakan kekerasan. Tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan semua personel yang berada di lapangan.
Kemlu RI juga memastikan bahwa kondisi warga negara Indonesia di Lebanon aman, dengan total 934 WNI yang berada di negara tersebut. Dalam situasi yang kompleks ini, Pemerintah Indonesia berharap agar semua pihak berkomitmen untuk menjunjung tinggi kedaulatan negara dan mematuhi hukum internasional yang berlaku demi keamanan dan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.