Golovinamari.com – Pengurangan jumlah tentara AS di Jerman menjadi berita yang signifikan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin. Langkah ini diumumkan oleh Pentagon dengan rencana penarikan sebanyak 5.000 pasukan, yang merupakan sekitar 15% dari total kekuatan militer AS yang ditempatkan di negara Eropa tersebut. Jerman menyatakan bahwa pengumuman ini sudah diprediksi dan tidak terlalu mengejutkan, meskipun terjadi hanya beberapa hari setelah pernyataan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, yang menyebut Iran telah “mempermalukan” AS dalam perundingan perdamaian.
David Sanger dari sebuah media ternama menyebutkan bahwa keputusan pemerintah AS ini kemungkinan besar menguntungkan pihak Kremlin. Sebelum penarikan ini, pada bulan Desember, tercatat ada sekitar 36.436 personel militer AS yang berada di Jerman, menjadikannya sebagai salah satu lokasi penting setelah Jepang untuk penempatan pasukan AS.
Pengurangan tersebut mengindikasikan bahwa Jerman akan kehilangan kemampuan defensif yang signifikan. Begitu pula, batalyon senjata jarak jauh yang rencananya akan dikerahkan akhir tahun ini telah dibatalkan, yang dapat mengurangi efektivitas pertahanan Jerman terhadap potensi ancaman. Sementara itu, mantan Presiden Joe Biden sempat menyetujui penambahan 7.000 pasukan ke Jerman pada bulan Februari 2022, menanggapi invasi Rusia ke Ukraina.
Kehadiran tentara AS di Jerman telah mencapai puncaknya selama Perang Dingin, di mana sekitar 250.000 pasukan disebar di daerah Barat Jerman. Saat ini, banyak tentara AS juga ditempatkan di negara Eropa lainnya, termasuk Italia dengan lebih dari 12.000 pasukan dan Inggris yang memiliki lebih dari 10.000. Penarikan pasukan ini menandakan perubahan penting dalam dinamika keamanan di Eropa.