Golovinamari.com – Fenomena gerhana bulan total yang akan terjadi pada 3 Maret 2026 diperkirakan menjadi salah satu peristiwa astronomi paling menarik tahun ini. Observatorium Astronomi Itera (OAIL) di Lampung mengundang masyarakat umum dan komunitas sains untuk menyaksikan momen langka ini.
Gerhana bulan total terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi sepenuhnya menutupi permukaan Bulan. Ketika fase puncak berlangsung, bulan akan berwarna merah tembaga, fenomena ini dikenal sebagai “blood moon”. Menurut NASA, fase totalitas diperkirakan akan berlangsung sekitar 58 menit, dalam rentang waktu total selama sekitar 5 jam 38 menit, termasuk fase penumbra dan parsial.
Fenomena ini dapat dilihat tanpa alat bantu khusus, meskipun penggunaan teleskop atau teropong akan memperjelas detail permukaan bulan. Berdasarkan informasi internasional, gerhana ini dapat dinikmati di kawasan Asia Timur, Australia, Pasifik, dan Amerika bagian barat, namun tidak terlihat di Eropa dan Afrika.
Menyikapi antusiasme ini, OAIL akan mengadakan sesi pengamatan publik di Gedung Kuliah Umum (GKU) 2. Mereka akan menggunakan teleskop seperti Meade LX-90 dan Celestron C-11 untuk mendokumentasikan fase-fase gerhana dan memberikan edukasi astronomi. Kapasitas terbatas untuk pengamat juga menjadi perhatian agar pengalaman ini lebih intim dan bermanfaat.
Selama gerhana total, pengamat di Lampung dapat menyaksikan transisi fase dari penumbra hingga totalitas dengan jelas. Momen ini merupakan kesempatan langka untuk memahami fenomena astronomi dan dinamika sistem Bumi, Bulan, dan Matahari yang terjadi secara bersamaan. Gerhana bulan total ini juga dianggap sebagai salah satu yang terakhir sebelum siklus berikutnya menjelang akhir 2028.