Golovinamari.com – Pasokan gas alam cair (LNG) global mengalami penurunan mencapai sekitar 20% akibat dampak dari konflik di Iran, yang telah mempengaruhi pasar energi dunia. Badan Energi Internasional (IEA) menjelaskan bahwa gangguan distribusi melalui Selat Hormuz menjadi penyebab utama dari penurunan ini, yang mengubah tren pasar dari pertumbuhan menjadi kontraksi yang signifikan.
Laporan IEA menyebutkan bahwa setiap bulan tanpa pengiriman LNG melalui Selat Hormuz menyebabkan kerugian pasokan sekitar 10 miliar meter kubik. Hal ini memaksa revisi ke bawah proyeksi permintaan di wilayah negara importir utama. Pada Januari lalu, pasokan LNG mencapai puncak pertumbuhan hampir 17%, namun situasi kini sangat berbeda, seiring dengan menurunnya permintaan di pasar utama.
Faktor penyebab lainnya termasuk cuaca yang tidak mendukung, harga komoditas yang lebih tinggi, serta kebijakan penghematan energi yang diterapkan oleh berbagai negara. Beberapa negara di Asia, yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah, kini sedang mengimplementasikan langkah-langkah penghematan permintaan serta mencari alternatif bahan bakar untuk mengurangi ketergantungan pada gas alam.
Menurut IEA, dengan total 32 negara anggota dan 13 negara asosiasi, dampak dari dinamika ini tidak hanya berdampak pada Indonesia, namun juga secara global. Penurunan pasokan ini dapat memicu kerentanan yang lebih besar dalam stabilitas energi dunia, memerlukan perhatian dan strategi penanganan dari negara-negara yang terlibat dalam pasokan dan konsumsi LNG.