Golovinamari.com – Di tahun 2025, Rusia kembali muncul sebagai salah satu negara yang paling dibenci di dunia, mencerminkan ketidakpuasan masyarakat global terhadap kebijakan dan tindakan pemerintahnya. Kebencian ini banyak dipengaruhi oleh agresi militer Rusia, terutama invasi terhadap Ukraina yang dimulai pada tahun 2022. Tindakan ini tak hanya menarik perhatian internasional, namun juga menciptakan ketegangan dengan negara-negara tetangga.
Selain konflik militer, citra buruk Rusia diperparah oleh hubungan eratnya dengan beberapa rezim diktator, seperti Kim Jong-un dari Korea Utara. Hal ini menambah daftar alasan ketidaksukaan, terutama di Amerika Serikat, di mana ketegangan historis sejak Perang Dingin masih membekas. Penipuan pemilu di AS pada tahun 2016 yang melibatkan peretasan dan disinformasi lebih lanjut memperburuk persepsi negatif terhadap Rusia.
Sementara itu, China juga tercatat sebagai negara yang banyak dibenci, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan Rusia. Pemerintahan otoriter China yang dikenal represif memicu ketidakpuasan dari berbagai kalangan. Kebijakan yang membatasi kebebasan berekspresi dan pelanggaran hak asasi manusia menjadi beberapa faktor penyebab mengapa banyak orang tidak menyukai negara tersebut.
Kedua negara ini menunjukkan bahwa citra internasional sangat dipengaruhi oleh tindakan politik dan militer. Dalam konteks geopolitik yang terus berubah, sikap masyarakat dunia terhadap negara-negara ini akan terus dievaluasi berdasarkan kebijakan mereka ke depan. Kebencian terhadap Rusia dan China mencerminkan ketidakpuasan yang lebih luas terhadap otoritarianisme dan agresi yang dinilai merugikan stabilitas global.