Golovinamari.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menurunkan tim ahli untuk melakukan kajian mengenai alih fungsi lahan di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Langkah ini diumumkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat melakukan peninjauan di lokasi longsor pada Minggu, 25 Januari.
Hanif menyoroti adanya konversi kawasan hutan menjadi lahan pertanian yang berkontribusi pada bencana longsor. Dia menyatakan bahwa kajian ilmiah diperlukan untuk memahami dampak lingkungan secara akurat, bukan sekadar asumsi. Tim ahli akan bekerja serupa dengan yang sebelumnya dilakukan di wilayah Sumatera.
“Alih fungsi lahan diakibatkan oleh urbanisasi yang mengubah pola konsumsi masyarakat. Ini mendorong pembukaan lahan pertanian di daerah pegunungan,” jelas Hanif. Dia menggarisbawahi bahwa masyarakat kini mulai mengonsumsi sayuran yang tidak biasa bagi iklim tropis Indonesia, seperti kentang dan paprika, yang seharusnya tumbuh di ketinggian tertentu.
Tim KLH akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk pendalaman kajian yang diharapkan selesai dalam waktu satu hingga dua minggu. Hasil kajian ini akan menjadi dasar untuk penanganan lebih lanjut, termasuk pemulihan lahan yang terdampak.
Hanif juga menambahkan bahwa berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan yang terjadi selama empat hari terakhir mencapai 68 milimeter per hari, yang dianggap tidak terlalu ekstrem dibandingkan dengan beberapa wilayah lainnya di Indonesia. Ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain juga berperan dalam bencana tersebut.