Golovinamari.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya pemulihan kelistrikan di Provinsi Aceh pascabencana banjir yang telah menyebabkan pemadaman listrik berkepanjangan. Dalam kunjungannya ke Bireuen pada hari Selasa, ia meminta agar usaha pemulihan ini dilakukan secara maksimal mengingat kebutuhan masyarakat akan listrik yang mendesak.
Bahlil menyatakan, ada lima menara transmisi ketegangan tinggi yang roboh akibat bencana tersebut, menyebabkan kelistrikan di hampir seluruh wilayah Aceh terputus. Dia melihat langsung lokasi penumpukan material untuk pemulihan di Markas Komando Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti di Kawasan Juli, Bireuen. Dalam situasi ini, akses ke lokasi masih cukup sulit, sehingga pemulihan harus dilakukan melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter.
Bahlil mengapresiasi dedikasi para personel yang terlibat dalam upaya pemulihan ini, mengingat medan yang sulit. Ia berharap dukungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pemerintah daerah dapat mempercepat proses pemulihan menara transmisi yang diperlukan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasojo, juga menjelaskan bahwa akses ke lokasi menara yang rusak sangat terbatas. Oleh karena itu, mobilisasi personel dan peralatan untuk pemulihan dilakukan dengan helikopter. Proses pemasangan menara penggantinya diperkirakan memerlukan waktu dua hari, ditambah dua hari untuk pemasangan kabel transmisi.
Dengan harapan bahwa semua proses pemulihan cepat selesai, Darmawan menegaskan pentingnya kecepatan agar pasokan listrik di seluruh Aceh dapat kembali normal. Upaya ini akan terus diakselerasi demi memenuhi kebutuhan masyarakat pascabanjir.