Golovinamari.com – Sebuah studi astronomi terbaru mengungkapkan bahwa materi gelap (dark matter) memiliki potensi untuk berinteraksi dengan cara yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, berfungsi sebagai ‘penyokong’ terhadap semburan radiasi yang dipancarkan oleh lubang hitam supermasif. Penelitian ini menunjukkan bahwa materi gelap dapat memperkuat semburan energi saat lubang hitam memangsa materi di sekitarnya.
Lubang hitam supermasif, yang terletak di pusat beberapa galaksi, memiliki gravitasi yang sangat kuat. Ketika melahap gas dan debu kosmik, sebagian dari materi tidak tertarik sepenuhnya ke dalam peristiwa horison, tetapi terlempar kembali ke ruang angkasa dalam bentuk semburan berenergi tinggi, bergerak mendekati kecepatan cahaya. Penelitian menunjukkan bahwa akumulasi materi gelap di sekitar lubang hitam dapat memberikan dorongan tambahan pada semburan energi ini.
Para ilmuwan menemukan bahwa interaksi gravitasi dan lingkungan mikro di sekitar lubang hitam memungkinkan materi gelap untuk memperbesar daya serta jangkauan semburan energi yang dihasilkan. Temuan ini sangat penting bagi kosmolog, karena sebelumnya semburan jet dianggap hanya dipengaruhi oleh medan magnet dan akresi materi biasa.
Sekitar 85 persen dari total materi di alam semesta terbuat dari materi gelap, meskipun wujud pastinya masih menjadi misteri, tidak dapat dideteksi secara langsung dan hanya terlihat melalui efek gravitasinya. Penemuan ini berpotensi membantu peneliti memahami evolusi galaksi dan pembentukan struktur besar di alam semesta. Melalui simulasi komputer dan observasi lebih lanjut, astronom berharap dapat memverifikasi dampak materi gelap ini dan mengungkap sifat asli dari komponennya yang misterius.