Golovinamari.com – Pemerintah Malaysia memproyeksikan bahwa pasar energi global diperkirakan baru akan stabil pada kuartal ketiga tahun 2026. Meski demikian, volatilitas harga dan ketidakstabilan pasokan energi diprediksi akan terus mempengaruhi perekonomian domestik selama satu hingga dua tahun ke depan. Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasir, menegaskan hal tersebut dalam sidang parlemen di Kuala Lumpur, Selasa (30/6/2026).
Akmal menyampaikan bahwa fluktuasi harga dan pasokan energi global akan tetap menjadi tantangan bagi ekonomi Malaysia dalam periode mendatang. Krisis ini, yang dipicu oleh ketegangan di Iran dan penutupan Selat Hormuz, telah menambah kompleksitas situasi energi di kawasan. Penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian serius karena merupakan jalur kunci untuk pasokan bahan bakar global.
Dalam mengatasi dampak krisis ini, pemerintah memastikan bahwa pasokan bahan bakar domestik saat ini dalam keadaan aman dan mencukupi kebutuhan hingga akhir Agustus. Langkah-langkah strategis telah diambil untuk menjaga stabilitas pasokan, sementara upaya terus dilakukan untuk mengamankan cadangan energi tambahan.
Sebagai bagian dari respons terhadap krisis, pemerintah Malaysia telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Mereka mengusulkan total 120 langkah intervensi untuk menangani masalah ini, dengan 27 tindakan telah diimplementasikan, termasuk penyesuaian subsidi bahan bakar serta peningkatan bantuan finansial kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Melalui strategi ini, diharapkan Malaysia dapat meredam dampak negatif dari krisis energi global yang berlangsung.