Golovinamari.com – Pada malam Tahun Baru 2025, Prancis mencatat insiden pembakaran besar-besaran dengan total 1.813 mobil terbakar. Laporan yang diterbitkan oleh media setempat menyebutkan bahwa wilayah Bas-Rhin, yang dikenal sebagai “ibu kota Natal” Strasbourg, mengalami jumlah kasus tertinggi dengan 117 mobil yang terbakar.
Wilayah lain seperti Rhone, yang memiliki ibu kota Lyon, melaporkan 82 mobil dibakar, diikuti oleh Gironde dan Val-d’Oise dengan masing-masing 36 mobil terbakar. Di wilayah Nord, tercatat 32 mobil juga menjadi korban kebakaran.
Untuk menjaga ketertiban di malam perayaan, pihak berwenang Prancis mengerahkan sekitar 90.000 petugas polisi. Sejumlah petugas mengalami serangan, khususnya di kota Nimes dan Nanterre. Menurut data dari kantor kejaksaan Paris, terdapat 125 orang yang ditangkap di ibu kota selama periode perayaan tersebut, dengan 33 di antaranya ditangkap terkait kekerasan dan 15 orang karena terlibat dalam aksi perusakan.
Sementara itu, situasi serupa terjadi di Belanda, di mana kerusuhan dan kekerasan terhadap petugas darurat juga dilaporkan. Di distrik Kanaleneiland dan Overvecht, sekelompok anak muda melakukan serangan massal terhadap polisi dengan menggunakan kembang api. Pihak berwenang menggunakan meriam air untuk menjaga keselamatan petugas, di mana beberapa di antaranya mengalami luka-luka.
Di Jerman, sekitar 400 orang ditangkap dalam insiden serupa, dengan lebih dari 20 petugas terluka akibat ledakan petasan. Kejadian-kejadian ini menunjukkan tingginya ketegangan di beberapa wilayah Eropa pada malam perayaan Tahun Baru.