Golovinamari.com – Tentara Israel telah menghancurkan semua kamera pengawas yang terpasang di markas besar pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Naqoura, Libanon selatan. Tindakan ini dianggap berpotensi membahayakan keselamatan personel internasional yang bertugas di tengah situasi konflik yang semakin meningkat.
Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyatakan bahwa aksi perusakan ini mulai terjadi sejak Jumat, 3 April. Ia menekankan pentingnya kamera-kamera tersebut sebagai alat vital untuk menjaga keamanan personel baik militer maupun sipil di markas tersebut. “Sejak Jumat, tentara Israel telah menghancurkan semua kamera yang membantu memastikan keselamatan dan keamanan personel di markas UNIFIL Naqoura,” ungkap Ardiel dalam pernyataan resminya.
Tindakan Israel ini memicu keprihatinan mendalam dari UNIFIL. Ardiel mengingatkan bahwa pihak militer Israel memiliki kewajiban hukum internasional untuk melindungi keselamatan personel PBB dan menghormati integritas fasilitas organisasi tersebut. Ketegangan di kawasan terus meningkat menyusul serangan lintas batas yang dilakukan oleh Hizbullah pada 2 Maret lalu, meskipun sebelumnya terdapat kesepakatan gencatan senjata.
Dalam insiden lain, Ardiel mengonfirmasi bahwa tiga prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia mengalami luka akibat ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse, di mana dua di antaranya mengalami cedera serius. Otoritas Libanon mencatat setidaknya 1.422 orang tewas dan 4.294 lainnya terluka akibat serangan Israel yang terjadi selama periode konflik terbaru ini.
UNIFIL telah beroperasi di Libanon Selatan sejak 1978 untuk menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan setelah konflik antara Israel dan Hizbullah yang terjadi pada 2006.