Golovinamari.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, baru-baru ini menyampaikan pesan dalam rangka Haji dan Idul Adha, menekankan bahwa Israel “pasti harus diberantas” dan hal tersebut akan terwujud. Dalam pernyataannya, yang disiarkan melalui kantor berita Tasnim, Khamenei menganggap Israel sebagai “tumor kanker yang berbahaya dan mematikan” di kawasan Timur Tengah.
Khamenei menjelaskan bahwa Iran telah membuat rezim Zionis tak berdaya di tengah serangan yang ia sebut sebagai perang paksa kedua, sekaligus menegaskan bahwa ini adalah “tamparan keras” bagi Amerika Serikat. Dalam konteks perayaan Haji tahun ini, ia menyerukan umat Islam untuk lebih menolak pengaruh AS dan Israel. Khamenei menyatakan bahwa slogan “Matilah Amerika” dan “Matilah Israel” akan menjadi kata-kata yang menggema di kalangan masyarakat Muslim.
Khamenei juga mengungkapkan keyakinannya bahwa masa depan akan menjadi milik umat Islam dan akan diwarnai oleh peradaban Islam baru. Pernyataan ini sekaligus mencerminkan pandangan Iran terhadap situasi di Timur Tengah, yang telah berlarut-larut, sebagian besar dipicu oleh tindakan Perdana Menteri Israel, Netanyahu.
Yossi Mekelberg, seorang peneliti dari lembaga think-tank Chatham House di London, mengatakan bahwa Netanyahu adalah sosok yang berperan utama dalam memicu ketegangan ini, menunjukkan bagaimana kepemimpinannya berkontribusi terhadap krisis yang terus berlangsung di kawasan tersebut. Khamenei percaya, dengan sikap tegas ini, Iran akan terus berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan umat Islam di tingkat global.