Golovinamari.com – Dalam perkembangan terbaru, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan ketidakkomitmenannya terhadap gencatan senjata dan negosiasi. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun X miliknya pada 27 Juni, setelah Kementerian Pertahanan AS, CENTCOM, mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas militer Iran.
Azizi menegaskan bahwa serangan itu terjadi di tengah proses perundingan dan menuduh AS telah melanggar prinsip-prinsip yang seharusnya dijunjung dalam negosiasi. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata yang akan berujung pada penyesalan bagi pihak AS. Dalam konteks ini, CENTCOM mencatat bahwa serangan dilancarkan sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Trump, melalui platform Truth Social, juga menuduh Iran telah mengirim drone menyerang ke arah kapal yang berlayar di selat tersebut, dan menyatakan bahwa hal ini merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sedang dibahas. Sementara itu, perundingan yang berlangsung antara Iran dan AS bertujuan untuk merampungkan nota kesepahaman (MoU) mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi yang diterapkan oleh AS, yang dimulai sejak gencatan senjata ditandatangani secara elektronik pada 18 Juni.
Dokumen MoU tersebut memberi kedua negara waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final mengenai isu-isu vital yang dapat mempengaruhi stabilitas kawasan. Situasi ini mencerminkan kompleksitas hubungan antara Iran dan AS, terutama terkait masalah nuklir dan keamanan maritim di kawasan tersebut.