Golovinamari.com – Ekonom Bank Danamon, Hosianna Situmorang, mengungkapkan bahwa investasi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Dalam keterangannya pada Jumat di Jakarta, ia menilai pidato Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pagi ini menguatkan pandangan tersebut, sejalan dengan proses normalisasi stimulus fiskal.
Dalam Pidato Kenegaraan 2026, Presiden Prabowo optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi dapat mencapai sekitar 6 persen pada akhir tahun ini, di atas tren 5 persen yang terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Realisasi investasi sendiri telah menunjukkan momentum yang kuat, mencapai Rp1.010,6 triliun pada semester pertama 2026, meningkat 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menciptakan sekitar 1,45 juta lapangan kerja, sejalan dengan target anggaran pemerintah.
Namun, Presiden Prabowo menekankan bahwa pertumbuhan dan investasi bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Hosianna menambahkan, meski investasi yang kuat dapat mendukung pertumbuhan, untuk mencapai target ambisius tersebut, perlu ada peningkatan produktivitas dan pendapatan rumah tangga.
Lebih lanjut, Presiden juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan energi. Ia menyerukan kemandirian pangan untuk delapan komoditas, yang didukung oleh peningkatan produksi dalam negeri. Di sektor energi, pemerintah melanjutkan kebijakan biodiesel B50 untuk mengurangi ketergantungan pada impor solar.
Hosianna mengingatkan bahwa meski agenda kemandirian pangan dan energi bersifat konstruktif secara struktural, dampak terhadap keseimbangan eksternal sangat kompleks. Transisi menuju kemandirian dapat memperkuat neraca transaksi berjalan, namun tidak menjamin penurunan defisit secara langsung.