Golovinamari.com – Gunung Ili Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami erupsi signifikan pada Jumat malam. Erupsi yang terjadi pada pukul 21.41 WITA ini melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 300 meter di atas puncak gunung dan menghasilkan aliran lava sejauh 500 meter ke arah tenggara.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Lana Saria, menyampaikan bahwa erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19 mm dan berlangsung selama sekitar 1 menit 14 detik. Kolom abu erupsi terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal, yang mengarah ke barat.
Saat ini, status Gunung Ili Lewotolok ditetapkan pada Level II (Waspada). Dalam upaya menjaga keselamatan masyarakat, Badan Geologi merekomendasikan agar penduduk lokal, pengunjung, dan wisatawan tidak memasuki zona bahaya yang berjarak dua kilometer dari pusat erupsi, termasuk sektor selatan dan tenggara sepanjang tiga kilometer dari pusat aktivitas vulkanik.
Warga di wilayah sekitar juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang mungkin muncul, seperti guguran lava atau awan panas. Untuk melindungi kesehatan, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk mencegah masalah pada saluran pernapasan akibat abu vulkanik, serta menutup sarana penampungan air bersih dengan rapat.
Pihak berwenang terus memantau kondisi gunung dan akan memberikan informasi terbaru terkait perkembangan situasi di area tersebut.