Golovinamari.com – Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Sabtu, 7 November 2026, sekitar pukul 17.02 WIT. Erupsi ini menghasilkan kolom abu yang teramati mencapai ketinggian 2.000 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 3.087 meter di atas permukaan laut.
Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu yang muncul berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan cenderung menyebar ke arah utara. Aktivitas vulkanik ini juga tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum sebesar 27 mm dan durasi sekitar 54.33 detik. Hingga berita ini diturunkan, erupsi di Gunung Dukono masih berlangsung.
Dalam siaran persnya, PVMBG mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar area tersebut untuk tetap waspada. Saat ini, status Gunung Dukono ditetapkan pada Level II (Waspada). Masyarakat, pengunjung, serta wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas mendaki maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari lokasi erupsi.
Potensi bahaya dari aktivitas gunung berapi ini menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya dapat mempengaruhi keselamatan masyarakat. Seiring dengan berlangsungnya erupsi, pihak PVMBG akan terus memantau dan memberikan informasi terkini mengenai kondisi Gunung Dukono, demi keselamatan semua pihak yang berada di sekitar kawasan tersebut.