Golovinamari.com – Proses pemakzulan Gibran Rakabuming Raka dari kursi Wakil Presiden dinilai sebagai strategi ‘parkir bus’ dalam sepak bola oleh Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana. Dalam dialog yang diselenggarakan oleh iNews pada Selasa, 13 Oktober 2026, Denny menyatakan bahwa situasi saat ini sudah berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setelah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan bahwa ijazah Gibran setara SLTA tidak ditemukan.
Denny menambahkan bahwa proses pemakzulan ini bersifat politis, dan DPR kini berada dalam posisi ‘wait and see’, yang artinya para anggota DPR masih menunggu sinyal atau keputusan lebih lanjut sebelum bertindak. “Ada enggak penumpang yang naik, nih anggota DPR menuju ke pemakzulan,” ujarnya.
Menurut Denny, sikap anggota DPR yang masih menunggu merupakan hal yang wajar. Mereka tengah menantikan bagaimana posisi pimpinan koalisi dan kabinet dalam menentukan langkah selanjutnya terkait pemakzulan tersebut. “Yang di-wait and see adalah, yang ditunggu bagaimana sikap pimpinan koalisi, bagaimana sikap pimpinan kabinet,” jelasnya.
Denny menekankan bahwa ketidakpastian ini menunjukkan pentingnya dukungan politik dari berbagai pihak dalam proses pemakzulan Gibran. Situasi ini tidak hanya terkait dengan keputusan hukum, tetapi juga memerlukan keharmonisan dalam kebijakan politik di parlemen. Seperti halnya dalam sepak bola, di mana pertahanan yang solid dapat mengubah permainan, demikian pula dalam proses ini, dukungan dari anggota DPR akan sangat menentukan arah perkembangan selanjutnya.