Golovinamari.com – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menekankan pentingnya prinsip meritokrasi dalam pengisian jabatan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia menjelaskan bahwa BUMN beroperasi dengan modal dari negara, mengelola aset negara, dan bertanggung jawab kepada publik. Menurutnya, jabatan di BUMN seharusnya tidak dipilih berdasarkan kedekatan politik, melainkan seharusnya diisi oleh individu-individu yang memiliki kompetensi, integritas, pengalaman, dan kemampuan kepemimpinan yang memadai.
Dalam keterangan tertulisnya, Fernando menyatakan bahwa masyarakat berhak mengetahui siapa saja yang ditunjuk untuk memimpin institusi yang begitu penting bagi perekonomian negara. Dia menegaskan bahwa pengisian posisi tanpa mempertimbangkan kualifikasi dapat memicu kritik, mengingat dampaknya tidak hanya terhadap kinerja perusahaan tapi juga kepercayaan publik, bahkan menyangkut uang dan aset negara.
Melanjutkan pernyataannya, Fernando mengatakan bahwa BUMN bukanlah milik kelompok tertentu, partai politik, atau penguasa. Sebaliknya, BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia, sehingga perlu diisi oleh putra-putri terbaik bangsa melalui proses yang profesional, transparan, akuntabel, dan terhindar dari praktik nepotisme.
Fernando berharap bahwa ke depan, proses pengangkatan pejabat di BUMN akan lebih fokus pada keahlian dan prestasi, dengan harapan mampu meningkatkan kinerja dan kepercayaan masyarakat. Dengan prinsip ini, diharapkan BUMN bisa lebih efektif dalam menjalankan tugasnya sebagai ujung tombak perekonomian nasional.