Golovinamari.com – Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi, mengalami serangan rudal pada Sabtu, 10 Oktober 2026, yang mengakibatkan dua orang tewas dan sejumlah lainnya terluka. Sumber diplomatik di Riyadh mencurigai bahwa kelompok Houthi dari Yaman bertanggung jawab atas serangan ini, yang memaksa operasional bandara dihentikan secara sementara.
Identifikasi korban tewas menyebutkan bahwa salah satu di antaranya adalah seorang pramugari asal Mesir yang bekerja untuk maskapai Arab Saudi. Korban lainnya adalah seorang warga Palestina yang menggunakan dokumen perjalanan Mesir. Kementerian Kesehatan Arab Saudi segera mengerahkan tenaga medis untuk menangani situasi darurat ini, yang diakui sebagai keadaan serius.
Otoritas penerbangan sipil menyatakan bahwa serangan ini menyebabkan beberapa orang terluka, namun rincian lebih lanjut mengenai jumlah dan kondisi korban belum diumumkan. Dalam insiden sebelumnya, Houthi juga menargetkan bandara ini, dan pada hari Kamis sebelumnya, serangkaian serangan telah menyebabkan tiga orang tewas dan merusak sebuah pesawat.
Saksi mata di lokasi serangan melaporkan mendengar ledakan yang terjadi di dekat gerbang terminal. Seorang penumpang yang berada di gerbang 403 menceritakan detik-detik panik ketika warga berlarian menyelamatkan diri setelah mendengar suara bising dan melihat orang-orang terluka.
Banyak negara asing telah memperingatkan warganya untuk menjauh dari fasilitas bandara, mengingat intensitas serangan yang terus meningkat. Sampai saat ini, Houthi belum mengonfirmasi tindakan mereka terkait serangan terbaru ini, meskipun mereka telah mengakui serangkaian serangan terhadap Khalid sebelumnya setelah gencatan senjata dalam perang Yaman berakhir bulan Juli lalu.