Golovinamari.com – Amerika Serikat telah menghentikan Operasi Epic Fury, yang kini bertransformasi menjadi Operasi Economic Fury. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang menyatakan bahwa negara tersebut beralih ke Proyek Kebebasan. Melalui program ini, AS berupaya menciptakan sebuah “gelembung” untuk melindungi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dengan menggunakan aset angkatan laut dan udara.
Rubio menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk memulihkan kebebasan navigasi di perairan tersebut. Ia menegaskan bahwa, dalam kasus serangan oleh Iran terhadap aset AS atau kapal komersial, negara tersebut berhak membalas dengan kekuatan. Menurutnya, Iran telah berkontribusi pada kerusakan ekonomi di kawasan, sehingga AS mengambil inisiatif untuk mendukung negara-negara yang bergantung pada Selat Hormuz.
Dalam konteks diplomasi, Rubio menyebut utusan Timur Tengah, Jared Kushner dan Steve Witkoff, masih aktif dalam upaya dialog dengan Iran. Namun, ia menekankan bahwa Iran perlu membuat konsesi agar pembicaraan dapat berjalan efektif. “Iran harus menerima realitas situasi dan datang ke meja perundingan,” ujar Rubio.
Preferensi AS, lanjut Rubio, adalah agar situasi di Selat Hormuz kembali normal seperti sebelumnya. Hal ini penting untuk stabilitas dan keberlanjutan jalur navigasi utama bagi perdagangan internasional. Dengan diubahnya fokus operasi, AS berupaya menciptakan keamanan ekstra bagi pelayaran di kawasan yang strategis ini, mendorong negara-negara terkait untuk bersikap lebih kooperatif demi kesejahteraan bersama.