Golovinamari.com – Direktur Utama Kantor Berita ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menyampaikan permintaan maaf kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan seluruh masyarakat Indonesia terkait kesalahan informasi dalam berita berjudul “Pemerintah setop penerbangan luar negeri imbas konflik Iran.” Berita tersebut tayang pada Selasa, 17 Maret, dan kemudian ditarik kembali karena tidak memenuhi standar jurnalistik yang berlaku.
Setelah melakukan investigasi internal, manajemen ANTARA menemukan bahwa tim jurnalis dan editor tidak mengikuti kaidah penulisan dan pengutipan yang benar. Benny menjelaskan bahawa berita yang diterbitkan sama sekali tidak relevan dengan konteks wawancara yang dilakukan Menteri Sekretaris Negara mengenai pengiriman prajurit TNI ke Gaza dalam rangka keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Sebagai bentuk tanggung jawab, ANTARA telah mengambil langkah tegas dengan menghapus berita yang keliru, mengeluarkan permohonan maaf resmi, serta memberikan sanksi kepada wartawan yang terlibat. Benny menekankan bahwa insiden ini menjadi pelajaran penting bagi ANTARA untuk memperbaiki standar dan prosedur operasional dalam verifikasi berita demi menjaga kredibilitas media.
Klarifikasi ini disampaikan sebagai upaya untuk menunjukkan transparansi dan akuntabilitas kepada publik. Benny mengharapkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang. Permohonan maaf tersebut juga ditujukan kepada seluruh pemangku kepentingan informasi lainnya sebagai bentuk itikad baik dari pihak ANTARA.