Golovinamari.com – Pemerintah Indonesia telah mengurangi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Penyesuaian ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (20/5/2026) dan merupakan langkah yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Purbaya, realisasi anggaran MBG per 30 April mencapai Rp75 triliun, yang setara dengan 22,4 persen dari pagu awal. Dalam pengumumannya, Purbaya menekankan bahwa penghematan ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan dana melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Purbaya juga menegaskan bahwa proses penghematan ini mungkin akan berlanjut, demi menjaga kualitas nutrisi yang diberikan kepada siswa. Presiden Prabowo tengah mempertimbangkan strategi terbaik agar pengurangan anggaran tidak mengganggu program yang bertujuan memberikan makanan bergizi kepada murid-murid sekolah.
Dalam konteks anggaran secara keseluruhan, belanja negara menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 34,3 persen year-on-year (yoy), mencapai Rp1.082,8 triliun, yakni 28,2 persen dari total target belanja APBN 2026 yang dipatok Rp3.842,7 triliun. Pendapatan negara juga tercatat tumbuh 13,3 persen, mencapai Rp918,4 triliun, sementara belanja pemerintah pusat tumbuh 51,1 persen menjadi Rp826 triliun. Meskipun terjadi peningkatan belanja, pemerintah berusaha menjaga stabilitas fiskal dengan defisit APBN yang terkendali pada angka 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per akhir April 2026.