Golovinamari.com – Sebanyak 32 warga negara Indonesia (WNI) yang telah dievakuasi dari Iran, di mana 13 di antaranya berasal dari Provinsi Jawa Barat. Pemulangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap konflik yang semakin menjalar antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, yang berdampak pada keselamatan banyak WNI di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, Hendra Kusuma Sumantri, mengungkapkan bahwa proses evakuasi berlangsung dalam dua kloter penerbangan. Kloter pertama tiba pada 10 Maret di pukul 18.00 WIB dengan membawa 22 WNI, termasuk 10 orang dari Jawa Barat. Kloter kedua mengikuti pada 11 Maret, membawa 10 orang, di mana tiga di antaranya juga berasal dari daerah tersebut.
Hendra menjelaskan proses pemulangan ini juga melibatkan dua WNI dari daerah lain yang meminta bantuan pemerintah untuk kembali ke tanah air, masing-masing dari Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Para WNI dari Jawa Barat menjalani perjalanan pulang secara mandiri setelah tiba di Indonesia.
Disnakertrans Jawa Barat saat ini tengah menunggu informasi lebih lanjut mengenai status kepergian para WNI, termasuk apakah mereka kembali secara permanen atau sementara, serta latar belakang mereka sebagai pekerja migran atau pelajar. Hendra menambahkan pihaknya juga berharap mendapat informasi mengenai kemungkinan ada tambahan WNI yang akan dipulangkan pada fase selanjutnya.
Ketegangan di Timur Tengah, yang melibatkan serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dipicu oleh serangan terhadap sejumlah kota Iran yang mengakibatkan tewasnya tokoh-tokoh penting. Respons Iran berupa serangan balik, yang mengakibatkan kerugian lebih lanjut di wilayah tersebut. Negara-negara lain pun menyerukan kepada warganya untuk meninggalkan daerah berbahaya, meskipun situasi evakuasi terbentur berbagai kesulitan logistik.