16 March 2026 – Saham bbca dividen menjadi perhatian pelaku pasar setelah PT Bank Central Asia Tbk menetapkan total dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp336 per saham. Nilai itu sudah termasuk dividen interim Rp55 per saham yang dibayarkan pada 22 Desember 2025, sehingga sisa dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp281 per saham.
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BCA pada 12 Maret 2026. Dalam keterangannya, Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyebut perseroan membukukan laba bersih 2025 sebesar Rp57,5 triliun, sementara rasio pembagian dividen ditetapkan 72 persen dari laba tahun buku. Manajemen juga mengungkapkan rencana dividen interim dapat dibagikan hingga tiga kali pada 2026, apabila kondisi keuangan memungkinkan dan mendapat persetujuan Dewan Komisaris.
Jadwal pembagian yang beredar di pasar menunjukkan tanggal pencatatan pemegang saham atau record date jatuh pada 31 Maret 2026, sedangkan pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada 8 April 2026. Agenda ini membuat BBCA kembali masuk radar investor yang memburu kombinasi antara fundamental emiten besar dan potensi imbal hasil tunai menjelang awal kuartal kedua. kontan.co.id
Di tengah sentimen dividen tersebut, pergerakan saham BBCA masih berada dalam tekanan pasar. Pada perdagangan 16 Maret 2026, BBCA tercatat berada di kisaran Rp6.800 per saham, turun dari penutupan sebelumnya Rp6.875. Kondisi itu membuat perhatian investor terbagi antara momentum pembagian dividen dan arah pergerakan saham bank besar di tengah pelemahan pasar yang lebih luas.