Golovinamari.com – Honda saat ini menguasai sekitar 77 persen pasar sepeda motor di Indonesia, tetapi penetrasi motor listrik masih rendah. Dalam sembilan bulan pertama 2026, Honda menyalurkan lebih dari 5 juta unit sepeda motor, sementara penjualan motor listrik hanya mencapai 18.900 unit dalam delapan bulan. Data ini menunjukkan kesenjangan yang signifikan dalam perkembangan pasar kendaraan listrik di Tanah Air.
Berdasarkan perbandingan dengan Vietnam, di mana total penjualan sepeda motor selama sembilan bulan adalah lebih dari 3 juta unit, motor listrik terjual 973.247 unit, meningkat sebesar 90,5 persen. Artinya, sekitar sepertiga dari semua motor baru di Vietnam adalah motor listrik. Situasi di Indonesia justru berbanding terbalik, dengan kurang dari setengah persen dari penjualan motor baru berasal dari kendaraan listrik.
Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi Putro, menyebutkan bahwa lebih dari 30 merek motor, termasuk merek-merek baru dari China, telah memasuki pasar domestik. Namun, keberadaan banyak merek tersebut tidak diimbangi dengan meningkatnya jumlah pembeli. Buktinya, meski banyak merek baru bermunculan, tidak ada yang berhasil mengubah kebiasaan konsumen yang telah terbiasa dengan produk dari Honda.
Dalam hal ini, Honda menjadi sorotan utama, meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam meluncurkan motor listrik. Penjualan motor listrik pada 2024 yang mendapatkan subsidi tercatat 77.078 unit, namun mengalami penurunan 28,6 persen menjadi 55.059 unit pada tahun berikutnya. Rencana insentif sekitar Rp3 juta untuk 2026 belum terlaksana, membuat banyak calon pembeli menunda keputusan untuk membeli kendaraan listrik. Ini menjadi tantangan utama bagi Honda dan industri motor listrik di Indonesia untuk memperbaiki penetrasi pasar yang masih terbilang rendah.