Golovinamari.com – Kasus bullying kembali mengguncang masyarakat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah seorang siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) diduga menjadi korban hingga mengalami cedera serius yang menyebabkan kehilangan dua ruas jari tangan. Insiden ini terjadi di lingkungan sekolah setelah korban melaksanakan salat Zuhur.
Dari keterangan yang didapat, korban berusaha menyelamatkan diri ketika beberapa siswa kelas IX melakukan dugaan pengeroyokan. Dalam upaya melarikan diri, korban mencoba untuk memanjat pagar besi sekolah, namun malang baginya, tangan terjepit saat berusaha menarik diri. Akibatnya, salah satu ruas jari telunjuknya putus dan jatuh ke tanah, sementara jari manisnya juga mengalami luka berat dan harus diamputasi di Rumah Sakit KSH Pati.
Pendamping korban, Padina Mahardikasari, menyatakan pihak keluarga telah menjelaskan secara lengkap kronologi kejadian tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa mereka telah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Belum ada informasi resmi mengenai tindakan yang akan diambil oleh sekolah atau kepolisian terkait kasus ini, namun kejadian ini menjadi sorotan serius akan isu bullying yang perlu ditangani dengan baik di lingkungan pendidikan. Korban diharapkan mendapatkan perawatan dan pemulihan yang cepat, sementara kasus ini akan memicu diskusi lebih lanjut tentang perlunya tindakan preventif dan edukasi tentang bullying di sekolah-sekolah.