Golovinamari.com – Wisata halal semakin menonjol dalam industri pariwisata global, dengan Vietnam berupaya membangun ekosistem yang ramah bagi wisatawan Muslim. Melihat potensi besar di pasar ini, pemerintah Vietnam mendorong kerjasama lintas sektor untuk meningkatkan daya tarik negara sebagai tujuan wisata halal. Upaya ini diangkat dalam Vietnam Halal Tourism Conference 2026, di mana berbagai pemangku kepentingan berkumpul untuk mengeksplorasi peluang pengembangan wisata halal.
Konferensi tersebut mempertemukan perwakilan dari pemerintah, organisasi internasional, dan pelaku industri pariwisata. Dalam acara itu, Vietjet memperkenalkan inisiatif Vietnam Halal Connect, yang bertujuan untuk merangkul maskapai penerbangan, pengelola bandara, serta lembaga sertifikasi halal, guna meningkatkan koordinasi dan pengalaman wisatawan Muslim di Vietnam.
Indonesia, yang memiliki populasi Muslim terbesar, menjadi pasar utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Vietnam. Ha Nang Viet, Direktur Komersial Vietjet, menyatakan bahwa meningkatnya permintaan perjalanan dari wisatawan Muslim merupakan peluang signifikan untuk memperkuat daya tarik Vietnam di kalangan mereka. Ia menjelaskan bahwa konektivitas yang lebih baik, serta layanan yang disesuaikan, diharapkan dapat mendorong Indonesia sebagai salah satu tujuan utama.
Melalui Vietnam Halal Connect, Vietjet berharap dapat meningkatkan kolaborasi dalam seluruh rantai perjalanan. Pengembangan ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan halal, tetapi juga solusi perjalanan digital dan kemitraan dengan pelaku industri. Dengan lebih dari 135 rute domestik dan internasional, Vietjet siap melayani kebutuhan perjalanan wisatawan Muslim dari Indonesia.
Data dari forum menunjukkan Vietnam menerima sekitar 21 juta wisatawan internasional pada 2025, dengan 600.000 di antaranya adalah wisatawan Muslim. Angka ini menunjukkan potensi besar yang masih dapat dikembangkan dalam sektor wisata halal di Vietnam.