Golovinamari.com – Cristiano Ronaldo menjadi sorotan dengan sikap hormatnya terhadap rekan-rekan setim yang bergama Islam. Mantan pemain Al Nassr, Waleed Abdullah, mengungkapkan bahwa Ronaldo selalu mengingatkan rekannya untuk menunaikan ibadah salat dan bahkan meminta latihan berhenti ketika azan berkumandang. Tindakan ini menegaskan bahwa Ronaldo, meskipun beragama Kristen, memiliki toleransi yang tinggi terhadap keyakinan orang lain.
Kisah ini terungkap pada tahun 2024 ketika Waleed muncul dalam program Al-Hissa. Ia menjelaskan bagaimana Ronaldo secara konsisten mendorong rekan-rekannya untuk salat, menandakan rasa penghormatan yang mendalam terhadap praktik agama Islam. Tindakan dan sikapnya tidak hanya menunjukkan kepedulian, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di tim.
Ronaldo dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dan berprestasi di lapangan, namun di luar pertandingan, ia juga menunjukkan kepedulian terhadap aspek spiritual anggotanya. Abdullah menambahkan bahwa Ronaldo bukan sekadar berteriak atau berbicara, melainkan juga meluangkan waktu untuk bersujud setelah mencetak gol, sebagai simbol syukur dan penghormatan.
Tindakan Ronaldo ini menjadi inspirasi, menekankan pentingnya saling menghormati antar pemeluk agama. Dalam dunia olahraga yang seringkali berfokus pada kompetisi, sikapnya bisa menjadi contoh bagi banyak atlet lainnya untuk menunjukkan empati dan dukungan terhadap keyakinan orang lain. Dengan begitu, Ronaldo tidak hanya menjadi bintang dalam karier sepak bolanya, tetapi juga sebagai panutan dalam nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi.