Golovinamari.com – Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini mengungkap temuan mengejutkan mengenai penggunaan pewarna sintetik pada takjil. Temuan ini dihasilkan setelah serangkaian uji kelayakan terhadap berbagai makanan dan minuman yang sering dijajakan selama bulan Ramadan.
Dari hasil pengujian yang dilakukan di sejumlah lokasi, teridentifikasi adanya pewarna yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pewarna sintetik ini ditemukan pada beberapa jenis takjil yang populer di masyarakat, seperti berbagai kue manisan dan minuman segar. Penggunaan pewarna ini berpotensi membahayakan kesehatan konsumen, terutama anak-anak yang menjadi salah satu target pasar utama takjil.
Kepala BPOM menegaskan bahwa keamanan produk makanan harus menjadi prioritas bagi para pelaku usaha. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan para produsen dapat lebih bertanggung jawab dalam memilih bahan baku yang aman untuk dikonsumsi. BPOM telah menghimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman, terutama saat berbuka puasa.
Badan tersebut juga menghimbau agar pengusaha takjil selalu mematuhi regulasi yang berlaku terkait penggunaan bahan tambahan makanan. Langkah tegas akan diambil bagi mereka yang terbukti menggunakan bahan berbahaya. Penegakan hukum yang lebih ketat akan membantu menciptakan lingkungan konsumsi yang lebih aman bagi masyarakat.
Temuan ini menjadi pengingat penting akan perlunya kesadaran dari semua pihak, baik konsumen maupun produsen, untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan. BPOM akan terus melakukan pemantauan dan uji laboratorium secara berkala di lapangan untuk memastikan bahwa makanan yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi.