Golovinamari.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif menghadapi risiko bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem di wilayah Ibu Kota. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 3 Februari ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu genangan dan banjir.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menegaskan bahwa OMC merupakan upaya mitigasi yang berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk menghadapi perubahan cuaca yang semakin dinamis. “Operasi Modifikasi Cuaca ini bertujuan untuk menekan risiko banjir di Jakarta,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, OMC dilakukan melalui tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA 212-200 milik TNI Angkatan Udara. Sorti pertama dilaksanakan pada pagi harinya di Kabupaten Bogor, dengan menggunakan Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram untuk penyemaian awan. Sorti kedua dilakukan siang hari di Selat Sunda, menggunakan Natrium Klorida (NaCl) dengan porsi yang sama untuk mengalihkan potensi hujan.
Sorti ketiga digelar pada sore hari di Lebak, Provinsi Banten, dengan kembali menggunakan Kalsium Oksida. Semua kegiatan ini dilakukan berdasarkan analisis cuaca yang intensif, bertujuan agar potensi hujan diarahkan ke wilayah yang tidak membebani DKI Jakarta.
BPBD DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi harian dan memperkuat koordinasi lintas instansi agar OMC dapat berjalan efektif dan aman. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga Jakarta dalam menghadapi cuaca ekstrem.