Golovinamari.com – Vaksin influenza harus diulang setiap tahun untuk menjaga efektivitas perlindungan terhadap virus flu. Berbeda dengan vaksin lain seperti campak atau polio, yang memberikan perlindungan jangka panjang, vaksin flu perlu diperbarui karena karakteristik virusnya yang cepat bermutasi. Pertanyaan ini semakin relevan di tahun 2026, terutama setelah kemunculan varian influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal sebagai “Super Flu.”
Penyebab utama perlunya vaksin tahunan adalah fenomena yang dikenal sebagai Antigenic Drift. Virus influenza memiliki protein permukaan, Hemaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA), yang dikenali oleh sistem imun. Namun, selama reproduksi, virus dapat mengalami kesalahan genetik, mengakibatkan perubahan pada protein ini. Hal ini membuat antibodi dari vaksin sebelumnya tidak lagi mampu mengenali virus yang telah mengalami perubahan.
Selain itu, daya tahan tubuh manusia terhadap influenza juga cenderung menurun seiring waktu, dengan kadar antibodi optimal bertahan selama 6 hingga 12 bulan setelah vaksinasi. Meskipun virus tidak bermutasi besar, kesehatan yang menurun dapat menjadikan vaksinasi tahunan sangat penting.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berperan penting dalam mengawasi mutasi virus influenza dan merekomendasikan pembaruan komposisi vaksin setiap tahun untuk melawan strain terbaru. Di Indonesia, di mana virus influenza dapat bersirkulasi sepanjang tahun, vaksinasi tahunan menjadi sangat mendesak, terutama menjelang musim hujan ketika infeksi meningkat.
Kelompok yang sangat dianjurkan untuk divaksin meliputi anak-anak, lansia, wanita hamil, individu dengan penyakit kronis, serta tenaga kesehatan. Vaksin flu tidak menyebabkan flu karena mengandung virus yang telah dimatikan dan memiliki efek samping minimal. Vaksin influenza dan Covid-19 juga tidak saling menggantikan, sehingga keduanya tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.