Golovinamari.com – Timnas Iran mengambil keputusan mengejutkan dengan mundur dari Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil setelah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang berujung pada serangan fatal terhadap pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada tanggal 28 Februari 2026.
Keputusan mundur timnas ini menjadi sorotan publik, terlebih mengingat bahwa turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut hanya berlangsung sekitar tiga bulan lagi. Timnas Iran sebelumnya berhasil lolos ke Piala Dunia setelah meraih status juara grup dalam kualifikasi zona Asia, menyaksikan mereka berpartisipasi untuk ketujuh kalinya, setelah tampil di tahun-tahun sebelumnya seperti 1978, 1998, dan 2022.
Keikutsertaan Iran di Piala Dunia menghadapi banyak keraguan pasca serangan itu. Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) mencuatkan kemungkinan mundurnya tim, menyatakan bahwa faktor keamanan skuad menjadi prioritas utama. Momen ini bertambah rumit mengingat turnamen digelar di Amerika Serikat, yang juga merupakan negara yang terlibat dalam ketegangan tersebut.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 akan tetap berlangsung meski situasi politik menjadi tidak menentu. Dia menegaskan bahwa pihaknya akan menjamin keamanan timnas Iran selama turnamen. Selain itu, Infantino menyebutkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, bersedia menyambut kedatangan tim Iran, memberikan harapan akan adanya dialog dalam konteks olahraga.
Dengan mundurnya Iran, kini publik menanti keputusan mengenai siapa yang akan menggantikan posisi mereka di Piala Dunia 2026. Kejadian ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan politik dan olahraga dalam skala global.