Golovinamari.com – Rudal balistik kedua dari Iran menargetkan Turki, yang dikonfirmasi oleh pemerintah Ankara pada hari Senin. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional dan serangan balasan Iran terhadap aset-aset Amerika Serikat di Timur Tengah, yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
Sejak awal konflik tersebut, Iran telah meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone, sebagai respon terhadap tindakan militer yang dilakukan oleh AS-Israel. Meskipun Turki menjadi lokasi banyak basis militer AS, seperti pangkalan udara Incirlik yang terletak di selatan, negara itu hingga saat ini belum mengalami kerugian signifikan.
Kedutaan Besar AS di Turki mengumumkan penutupan Konsulat Jenderalnya di Adana sebagai langkah preventif terkait keselamatan, serta merekomendasikan agar staf non-esensial meninggalkan wilayah tersebut. Departemen Luar Negeri AS juga mengeluarkan peringatan kepada warganya agar segera meninggalkan Turki tenggara, menyusul pernyataan berbahaya terkait situasi keamanan.
“Pada 9 Maret 2026, Departemen Luar Negeri memerintahkan karyawan pemerintah AS yang tidak dalam keadaan darurat untuk meninggalkan Konsulat Jenderal Adana,” ungkap kedutaan dalam pernyataan resmi.
Menyusul pernyataan tersebut, Kementerian Pertahanan Turki mengonfirmasi intercept rudal balistik lainnya yang diluncurkan dari Iran, yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan NATO di ruang udara Turki. Ini menandai insiden kedua dalam lima hari, menunjukkan kekhawatiran yang meningkat akan potensi ancaman dari sisi Iran. Ketegangan ini memaksa negara-negara dan organisasi internasional untuk mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya untuk menjaga stabilitas kawasan.