Golovinamari.com – Aliran keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia mencatatkan angka signifikan, mencapai Rp125,1 triliun sepanjang tahun 2025, menurut data Bank Indonesia (BI). Angka ini menunjukkan perubahan drastis dibandingkan tahun sebelumnya, di mana masuknya modal asing mencapai Rp212,32 triliun.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa investor non-residen melakukan penjualan bersih senilai Rp17 triliun di pasar saham serta Rp110,11 triliun di Surat Berharga Bank Indonesia (SRBI). Namun, ada pembelian bersih yang tercatat di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp2,01 triliun, yang menunjukkan adanya ketertarikan terpilih di tengah arus keluar modal.
Data setelmen hingga 31 Desember 2025 menegaskan bahwa penjualan bersih yang terjadi di pasar saham dan SRBI memberikan gambaran mengenai perubahan strategi investasi portofolio asing yang dipengaruhi oleh ketidakpastian global dan penguatan nilai dolar AS. Dalam beberapa periode tertentu, terlihat tekanan jual yang cukup kuat, seperti Rp4,58 triliun pada pekan pertama November dan Rp3,79 triliun pada pekan kedua November 2025.
Kondisi ini menyoroti tantangan yang dihadapi pasar keuangan Indonesia yang berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi nasional ke depan. Banyak pihak berharap kebijakan yang adaptif dan pro-investasi dapat diterapkan untuk menarik kembali minat investor asing, memperkuat ekonomi domestik, serta meningkatkan daya saing di pasar global. Situasi ini menjadi fokus bagi pengamat ekonomi dan investor yang mengikuti perkembangan pasar dengan seksama.