Golovinamari.com – Pendeta Johnnie Moore, seorang tokoh pro-Israel yang dikenal kontroversial, menjadi sasaran kemarahan aktivis hak asasi manusia (HAM) di Washington DC. Insiden ini terjadi saat Moore bergerak menuju Gedung Putih untuk berdoa bagi mantan Presiden Donald Trump. Para aktivis berteriak mempertanyakan tindakan Moore, dengan menuduhnya terlibat dalam pembunuhan anak-anak Palestina.
Moore yang juga merupakan mantan kepala Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), dideskripsikan sebagai figur yang memecah belah, dengan pengaruh yang mencakup kalangan evangelis Amerika hingga situasi di Palestina. Penunjukannya sebagai kepala GHF pada Juni 2025 lalu ditentang banyak pihak, karena yayasan tersebut dianggap ikut mempolitisasi bantuan yang diberikan kepada penduduk Gaza. Selain itu, dukungannya terhadap rencana pemindahan paksa warga Palestina, serta hubungannya dengan organisasi yang mendorong migrasi Yahudi ke Israel, juga menjadi sorotan.
Aktivis HAM yang berada di lokasi mengekspresikan kekecewaan mereka dengan mengatakan, “Berapa banyak anak yang kamu bunuh hari ini?” Mereka menilai tindakan Moore memperburuk situasi kemanusiaan dan berkontribusi pada kolonisasi wilayah Palestina. Pendukung hak-hak Palestina menganggap kepemimpinan Moore sebagai langkah yang semakin memperkuat tujuan kolonial pemukiman Israel dan melemahkan upaya nyata untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Kejadian ini mencerminkan ketegangan yang terus memuncak terkait isu Palestina-Israel, di mana dukungan internasional terhadap hak asasi manusia sering kali berbenturan dengan kepentingan politik regional yang kompleks.