Golovinamari.com – TNI Angkatan Udara (AU) menegaskan komitmennya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pada Sabtu, 29 November, Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru mengirimkan lebih dari 5,5 ton bantuan logistik ke Sibolga. Pengiriman ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga yang terdampak.
Bantuan tersebut diangkut menggunakan helikopter EC-725 Caracal, yang membawa 1.065 kg logistik berupa makanan pokok seperti mi instan, beras, dan minyak goreng, serta perlengkapan harian seperti popok bayi. Adanya bantuan ini sangat dibutuhkan mengingat banyak pengungsi di lokasi-lokasi terdampak parah.
Menurut Suharyanto dari BNPB, jumlah korban di Sumatra Utara telah mencapai 166 jiwa meninggal, dengan 103 orang masih hilang. Ribuan warga terpaksa mengungsi karena kerusakan permukiman dan akses transportasi yang terputus. Beberapa jalur, termasuk Sibolga–Padang Sidempuan, mengalami longsor yang menyebabkan putusnya akses transportasi.
BNPB dan berbagai kementerian/l机构 telah dikerahkan untuk mempercepat penanganan dengan menggunakan lima helikopter dan alat berat untuk membuka akses jalan. Helikopter BNPB dan TNI juga beroperasi untuk distribusi bantuan, sementara pesawat Cessna Caravan membantu pengiriman logistik ke daerah yang sulit dijangkau.
Bantuan darurat lainnya, termasuk alat komunikasi dan perlengkapan keluarga, telah berhasil didistribusikan ke 17 kabupaten/kota terdampak. Upaya penanganan yang dilakukan melibatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Sementara di Sumatra Barat, laporan terbaru menunjukkan 90 jiwa meninggal dan 11.820 kepala keluarga mengungsi akibat bencana. Walaupun akses jalan terhambat, BNPB terus berupaya mempercepat distribusi bantuan ke daerah yang terkena dampak.