Golovinamari.com – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengumumkan bahwa pengiriman ribuan personel Angkatan Bersenjata Indonesia ke Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Jalur Gaza, Palestina, akan dilakukan secara bertahap. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa rencana pengiriman pasukan masih dalam tahap finalisasi dan perlu ditentukan secara rinci agar tidak terjadi pengerahan secara bersamaan dalam jumlah besar.
Yvonne menekankan bahwa pengiriman bertahap adalah praktik umum dalam misi penjaga perdamaian dan akan melibatkan kolaborasi erat dengan TNI serta Kementerian Pertahanan. Pembahasan meliputi batasan misi pasukan, yang ditekankan hanya pada kegiatan non-tempur dan tidak untuk demiliterisasi.
Selama KTT Dewan Perdamaian di Washington pada 19 Februari, Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi kesiapan Indonesia untuk mengirimkan sekira 8.000 personel dalam misi kemanusiaan ini. Menurut informasi yang berasal dari mediator Amerika Serikat, Bishara Bahbah, kelompok pertama pasukan diperkirakan akan tiba di Gaza pada awal April.
Pasukan Indonesia akan ditempatkan di bagian selatan Jalur Gaza, sambil unit dari negara lain akan mengelola wilayah lainnya. Bahbah menyatakan bahwa meskipun pengiriman tahap pertama akan berlangsung pada awal bulan depan, keseluruhan proses juga masih memerlukan persetujuan dan koordinasi antara pihak-pihak terkait.
Kementerian Luar Negeri terus aktif dalam proses perencanaan, memastikan bahwa pengiriman ini berjalan sesuai dengan mandat yang jelas dan efektif untuk mencapai tujuan kemanusiaan.