Golovinamari.com – Luapan Kali Ciliwung menyebabkan banjir parah yang merendam 38 RT di Jakarta Timur pada Jumat pagi, 30 Januari 2026. Intensitas hujan lokal yang tinggi menjadi faktor utama dalam terjadinya bencana ini, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur, Ali Kojim, menyatakan bahwa air banjir mencapai ketinggian ekstrem di beberapa lokasi, bahkan lebih dari tiga meter. “Banjir ini berdampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat dan pemukiman di dua kecamatan,” jelas Ali. Banjir yang mulai terasa dampaknya pada pukul 06.00 WIB ini menjangkau lima kelurahan, dengan total 581 kepala keluarga atau sekitar 1.830 jiwa menjadi korban dari bencana tahunan ini.
Kecamatan Kramat Jati adalah yang paling parah terkena dampak, terutama di Kelurahan Cawang, Cililitan, dan Balekambang. Di Kelurahan Cawang, air di Jalan Taman Harapan sempat naik dari 210 cm menjadi 350 cm. Di Kelurahan Cililitan, genangan air merendam rumah penduduk setinggi 200 cm.
Banjir juga meluas ke Kecamatan Jatinegara, khususnya di Kelurahan Kampung Melayu, di mana air mencapai ketinggian 185 cm di RW 05. Kesulitan yang dialami warga di Kelurahan Bidara Cina juga cukup signifikan, dengan kedalaman air mencapai 200 cm di Gang Macan.
BPBD Jakarta Timur terus memantau situasi ini dan mengingatkan warga untuk waspada. Curah hujan tinggi di wilayah hulu maupun lokal berpotensi menyebabkan kenaikan debit air Kali Ciliwung. Warga diimbau untuk tetap hati-hati dan waspada terhadap kemungkinan kemunculan air susulan.