Golovinamari.com – Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang berlangsung setiap tahun, penipuan digital meningkat secara signifikan. Data terbaru dari VIDA mencatat bahwa lonjakan kasus penipuan ini terutama terjadi saat masyarakat bertransaksi lebih aktif menyambut Lebaran. Momen ini menciptakan peluang bagi para pelaku untuk melancarkan aksinya.
Founder dan CEO VIDA, Niki Luhur, mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang mungkin terjadi. “Pelaku penipuan terus beradaptasi dengan cara-cara baru. Mereka memanfaatkan kekurangan literasi digital dan celah keamanan untuk menyerang masyarakat,” ungkap Niki saat konferensi pers di Jakarta.
Dua modus penipuan yang perlu diwaspadai menjelang THR adalah phising atau smishing, serta malware. Phising biasanya dilakukan dengan cara mendorong korban untuk mengklik tautan yang mengarah ke halaman palsu, tempat mereka diminta untuk memasukkan data pribadi. Contohnya, penipuan bisa bermula dari tawaran promo Ramadhan yang tampak resmi, namun sebenarnya dikirim oleh pelaku penipuan.
Sementara itu, malware berfungsi dengan cara yang lebih berbahaya, di mana pelaku mengundang korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya yang menyamar sebagai dokumen penting. Jika aplikasi ini terpasang, pelaku dapat mengakses data pribadi di perangkat korban.
Dengan semakin kompleksnya ancaman digital ini, Niki menekankan pentingnya menjaga keamanan perangkat serta identitas biometrik. Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengklik tautan, mengunduh aplikasi, atau membagikan informasi pribadi. Inisiatif #JanganAsalKlik dari VIDA diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melindungi diri dari penipuan digital saat momen penting jelang Lebaran.