Golovinamari.com – HSMUN 2026, konferensi simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diselenggarakan oleh EcoSocioTech School TB Simatupang, berlangsung pada 23-24 Oktober 2026. Konferensi ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin masa depan melalui penguatan keterampilan diplomasi di tengah krisis global yang semakin kompleks.
Dengan tema “Diplomasi dalam Krisis: Mengatasi Isu Global di Tengah Tatanan Internasional yang Terfragmentasi”, HSMUN 2026 menyediakan platform bagi siswa untuk memahami dinamika hubungan internasional. Dalam konferensi ini, peserta dilatih untuk bernegosiasi dan merumuskan solusi untuk masalah global yang ada. Acara ini pertama kali diadakan pada 2008 dan telah diakui sebagai salah satu konferensi simulasi PBB di tingkat sekolah menengah atas yang terkemuka di Indonesia.
Sebelum konferensi utama, rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi teknis yang dilaksanakan pada 16 Oktober 2026. Sesi tersebut bertajuk “MUN 101” dan dipimpin oleh Adam Patrick Hegarty, Manager of Foreign Affairs & Institutional Relations di ISAFIS, yang memberikan pelatihan kepada para delegasi.
Dalam konteks diplomasi, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Cahyo Rahadian Muzhar, menekankan pentingnya peran PBB dalam menjaga perdamaian dan ketertiban dunia. Ia menegaskan bahwa diplomasi adalah lebih dari sekadar kesepakatan, melainkan merupakan proses negosiasi dan pengelolaan kepentingan.
Sekretaris Jenderal HSMUN 2026, Ravakatya Andra, mengajak peserta untuk merenungkan sejarah berdirinya PBB, yang berangkat dari pengalaman konflik global. Dia menekankan bahwa krisis seharusnya memicu persatuan dan dialog, bukan perpecahan, serta menegaskan tanggung jawab kolektif generasi muda dalam menghadapi tantangan global.