Golovinamari.com – Borneo FC sedang mempersiapkan diri untuk tampil dalam AFC Challenge League (ACGL) 2026-2027 meskipun tengah menghadapi tantangan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tomi Pratama Gultom, selaku Ketua MOC Borneo FC, menegaskan bahwa kualitas persiapan tim tidak terganggu oleh asap karhutla yang melanda wilayah Samarinda, Kalimantan Timur, per 14 Oktober 2026.
Dalam kompetisi ini, Borneo FC tergabung dalam Grup D bersama Yangon United dari Myanmar, Tainan City FC dari Taiwan, dan One Taguig FC dari Filipina. Seluruh pertandingan grup akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, di mana Borneo FC akan berstatus sebagai tuan rumah. Pertandingan pertama mereka dijadwalkan melawan Yangon United pada 18 Oktober 2026, diikuti oleh Tainan City FC pada 21 Oktober 2026, dan ditutup dengan laga melawan One Taguig FC pada 24 Oktober 2026.
Karhutla yang melanda sebagian besar Kalimantan, termasuk Samarinda, berpotensi mempengaruhi kualitas udara sekitar stadion, yang berstatus tanggap darurat bencana. Meski begitu, Tomi optimis bahwa Borneo FC dapat menjalani persiapan dengan baik. Ia menekankan pentingnya memastikan stadion dalam kondisi optimal untuk penyelenggaraan ACGL.
“Borneo FC terus mempersiapkan diri sebagai tuan rumah sekaligus penyelenggara ACGL di Samarinda. Kami berpedoman pada regulasi dan standar yang ditetapkan oleh AFC untuk menjalankan semua aspek penyelenggaraan acara ini,” ungkap Tomi. Dengan koordinasi yang baik antara panitia penyelenggara dan tim, Borneo FC berharap dapat memberikan pertunjukan terbaik bagi para penggemarnya.